Senin, 30 Januari 2017

Sigfox



Merupakan salah satu pemimpin dalam LTN (Low Throughput Networks) dan salah satu kontributor utama dalam upaya EFTSI untuk menciptakan standar yang relevan. Pendekatan sigfox merupakan variasi dari jaringan selular yang digunakan oleh ponsel, tapi bukannya menawarkan layanan yang ditargetkan untuk manusia yang membutuhkan bandwith tinggi. Keuntungan dari jaringan selular (jarak jauh, mudah untuk diatur) yang dikombinasikan dengan konsumsi daya yang rendah, dan biaya yang lebih rendah. Transmisi yang digunakan adalah Ultra Narrow Band (UNB) dengan setiap sinyal yang dikirim memiliki bandwith 100 Hz. Dikarenakan memakan tempat yang sangat kecil tadi, noisenya juga akan sangat rendah, sehingga sinyal yang demodulasi akan memiliki kemungkinan yang sangat rendah saat diterima.

Setiap pesan sendiri secara defaultnya dikirim tiga kali meskipun hal ini bisa diubah. Hal ini tentu memiliki tujuan. Pertama, transmisi downlink sangatlah jarang, tidak ada fungsi untuk konfirmasi (apakah data sudah diterima), oleh karena itu pengiriman ulang pesan dilakukan untuk untuk memastikan bahwa pesan memiliki peluang yang lebih baik untuk mencapai base station. Yang kedua, setiap transmisi dikirim dengan frekuensi yang berbeda. Oleh karena itu efek fading dapat dikecilkan.

Sigfox mengsetting base station untuk men-scan spectrum di setiap channel. Node sendiri mengirim transmisi secara acak di frekuensi yang tentunya memiliki range tertentu. Sigfox tidak mengenkripsi payload yang ditransmisikan (enkripsi payload diserahkan ke pelanggan, hal ini dilakukan pada sisi aplikasi).

Struktur rangka Sigfox ini saat ini tidak tersedia untuk umum. Disi si keamanan sendiri sigfox sebagian besar tertarik pada integritas jaringan. Keamanan payload diserahkan pada sisi pelanggan. Hal ini merupakan tanggung jawab pelanggan untuk menstruktur dan dan mengenkripsi data, sigfox sendiri hanya berfungsi untuk saluran transportasi data ke sistem IT pelanggan. Oleh karena itu keamanan dapat divariasikan tergantung pada implementasi, dan dengan demikian rentan terhadap serangan. Setiap end-point harus didaftarkan online untuk diijinkan menggunakan jaringan network. Akan tetapi, faktanya kunci pengaman tetap konstan, bisa menjadi risiko keamanan.



Seperti yang terlihat bahwa semakin kecil data rate, maka semakin kecil pemakaian pada sigfox (UNB). Meskipun hal ini dikarenakan hal ini belum terbukti dikarenakan sigfox mengirim data beberapa kali untuk memastikan data terkirim (tidak ada konfirmasi data telah terkirim/ one way). Tetapi hal tersebut dijelaskan oleh gambar berikut :
Berikut adalah contoh yang dapat diimplementasikan dari masing-masing LPWA



Sigfox mengklaim bahwa setiap gateway bisa menghandle hingga jutaan benda yang terkoneksi dengan coverage area 30 hingga 50km di daerah pedesaan dan 3-10km di daerah perkotaan.